Trend Kecantikan

 1. Microdosing


Dalam konteks perawatan kulit, microdosing mengacu pada mencampur sejumlah dosis kecil produk berbahan acid yang berbeda seperti glycolic, bersama dengan bahan aktif seperti retinol. Metode ini sama dengan minum obat berbeda dalam jumlah kecil untuk menghindari efek samping.


2. Masker LED


Sejak beberapa tahun silam masker LED sudah banyak dipakai oleh para selebriti Hollywood untuk perawatan di rumah. Menurut pakar kecantikan Inggris Dr. Anna Puri masker canggih tersebut akan lebih banyak dipakai orang di 2022 ini. Perawatan rumahan ini akan membantu penyerapan serum wajah menjadi lebih baik.

"Masker LED merupakan perawatan trending yang akan mengikuti tahun ini. Banyak klien yang memilih menggunakan krim, serum dan perawatan kulit di rumah yang memberikan hasil yang serupa seperti di klinik kecantikan. Produk perawatan kulit akan mendapatkan hasil terbaik dengan masker LED," ujar Dr. Anna.

3. Skincare dengan Bahan Fermentasi


Bahan-bahan skincare hasil dari fermentasi akan semakin populer di 2022. Misalnya saja bahan kombucha. Bahan yang telah difermentasi memiliki manfaat sebagai antiaging dan mengurangi inflamasi.

"Bahan yang difermentasi saat ini menjadi populer karena prosesnya yang natural namun membantu penyerapan yang maksimal, tanpa membuat kulit menjadi iritasi," ujar pakar dermatologi Dr. Garshick.

4. Proteksi Kulit dari Sinar Biru


Sinar biru tidak hanya tidak hanya berasal dari paparan sinar matahari, tapi juga layar komputer, ponsel, dan perangkat digital lainnya. Cahaya biru bisa menembus kulit sehingga bisa memicu kerutan dan tanda-tanda penuaan lainnya. Penggunaan sunscreen biasanya hanya melindungi kulit dari ultraviolet A dan B. Sehingga saat ini banyak produsen kecantikan yang merilis sunscreen yang juga dapat melindungi kulit dari sinar biru. Skincare semacam ini akan semakin diminati di 2022.


5. Makeup Mata Kristal


Menurut data terbaru dari Pinterest, makeup dan aksesori kecantikan bling bling akan semakin banyak dicari. Dari data Pinterest, pencarian makeup mata kristal naik sebanyak 110%.

6. Super Lip Gloss


Lipstik matte semakin ditinggalkan, dan tergantikan dengan lip gloss. Disebut sebagai super lip gloss karena produk bibir tersebut tidak hanya memberikan hasil yang glossy namun juga berkilau karena diinfuskan glitter. Kesan glamour langsung didapat dengan tipe makeup ini.


7. Skincare berbasis DNA 

Meskipun faktor lingkungan pasti berperan, kenyataannya gen kita sangat menentukan bagaimana kita menua, serta kecenderungan kita terhadap pigmentasi dan sensitivitas. Itulah mengapa semakin banyak merek kecantikan yang memanfaatkan skincare berbasis DNA, produk yang dipesan lebih dahulu berdasarkan susunan genetik kita. Skincare berbasis DNA biasanya meminta kita untuk mengirimkan sampel DNA dan tes online untuk mengumpulkan informasi tentang susunan genetik kita, menganalisis variasi dalam DNA kita, dan menerjemahkan data itu ke dalam rangkaian skincare yang disesuaikan. 

8. Perawatan dengan teknologi robotik 


Semakin berkembangnya teknologi, tren kecantikan di masa depan pun akan lebih banyak memanfaatkan teknologi seperti robot untuk melakukan perawatan. Misalnya Nimble, perangkat yang menggunakan teknologi AI, kamera mikro, pemrosesan gambar 3D, dan algoritme teknologi untuk mengecat kuku kita. Perangkat ini juga bekerja dengan memindai setiap kuku individu untuk mengidentifikasi di mana kuku mulai dan berakhir. Perangkat kemudian secara mandiri mengecat kuku menggunakan jumlah cat yang tepat untuk manikur sempurna dalam 10 menit. Bahkan, alat ini mengintegrasikan sistem aliran udara hangat untuk mempercepat waktu pengeringan kuku kita.

 Teknologi AI lain adalah Luum atau robot pertama untuk ekstensi bulu mata. Robot Luum menghilangkan pekerjaan kasar yang membosankan dari perawatan bulu mata, yang digunakan manusia dan memberikan perawatan mikro-presisi yang dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat. Para ahli pun memperkirakan gelombang AI ini akan membuat perawatan kecantikan lebih cepat, lebih murah, dan lebih populer dari sebelumnya. 

9. Teknologi mengaplikasikan skincare


Meskipun kita rutin menggunakan skincare, namun pernahkah kita memerhatikan seberapa banyak pelembab dan serum yang terserap ke dalam kulit kita? Ya, kurang lebih hanya 10 persen dari produk topikal yang benar-benar menyerap di bawah permukaan kulit. Tetapi, sekarang kita semua semakin sadar akan hal ini. Bahkan, rol perawatan kulit yang membantu penetrasi skincare menjadi lebih populer dari sebelumnya. Selain itu, baru-baru ini juga ada Droplette, teknologi skincare yang dikembangkan MIT dan didanai NASA untuk menggabungkan fisika fluida dengan kecantikan. Teknologi ini bekerja dengan memecah bahan aktif skincare menjadi kabut mikro dan kemudian menembakkan kabut ini ke kulit dengan kecepatan tinggi. Artinya, produk skincare akan lebih mudah diserap dibandingkan hanya mengaplikasikannya secara manual saja. 

10. Skincare yang bersih dan transparan 

Survei menunjukkan bahwa merek skincare yang menggembar-gemborkan transparansi bahan akan semakin populer. Di samping itu, klaim bahwa skincare mudah terurai secara hayati dan berkelanjutan juga bukan lagi bonus, tetapi sudah menjadi persyaratan yang mutlak. Konsumen ingin lebih tahu tentang apa yang ada dalam produk mereka dan memang seharusnya begitu. Hal ini pun menyebabkan banyak perusahaan skincare mengarahkan produknya agar diformulasikan dengan bahan-bahan yang lebih berkelanjutan, baik melalui pengemasan atau kandungan isinya untuk mengurangi jejak karbon. 

11. Perawatan ilmiah untuk rambut rontok 

Skin-ification dari perawatan rambut secara resmi menjadi arus utama. Artinya, ada lebih banyak tumpang tindih antara perawatan rambut dan perawatan kulit, terutama dengan fokus baru pada kulit kepala. Dengan semua masalah kulit kepala yang muncul selama pandemi, terutama kerontokan rambut, perawatan seperti plasma kaya trombosit (suntikan yang memperbaiki kerontokan rambut) pun mengalami peningkatan. Bahkan, perawatan rambut ilmiah ini juga memanfaatkan suplemen untuk membantu kesehatan rambut dan scalp-tox (botox pada kulit kepala) untuk kulit kepala yang berkeringat. 

12. Parfum kesehatan


 Selama ini kita memakai parfum dengan tujuan supaya kita menjadi wangi dan menarik bagi orang lain. Namun di tahun mendatang, industri parfum akan bergeser untuk fokus pada pemakainya. Parfum nantinya tidak hanya membuat kita wangi tetapi juga sebagai aromaterapi yang juga disebut "parfum kesehatan" yang bertujuan untuk mengubah suasana hati pada tingkat yang lebih ilmiah. Kita mungkin pernah mendengar tentang artis Ani Liu yang membuat parfum pribadi yang berbau seperti orang tertentu untuk membantu pikiran terhubung kembali pada ingatannya. Merek lain yang berspesialisasi dalam parfum yang mengubah suasana hati adalah The Nue Co., yang menggunakan teknologi ilmu saraf yang dipatenkan untuk memanfaatkan berbagai bagian otak pemakainya dan memberikan manfaat yang berbeda. Dan jika kita ingin menghilangkan rasa sakit, merek perawatan menstruasi Fewe menawarkan aroma yang diformulasikan untuk menenangkan kita selama siklus menstruasi terjadi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Namsan Tower